Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bupati Terima Honor Rp70 Juta dari Pemakaman Covid-19, Netizen: Rakyatnya Mati Dia Malah Dapat Duit

  


Bupati Jember Hendy Siswanto menjadi sorotan publik usai terungkap menerima honor senilai Rp70,5 juta dari pemakaman jenazah Covid-19.

Honor tim pemakaman jenazah Covid-19 itu diterima oleh Hendy Siswanto bersama dengan Sekretaris Daerah, Plt. Kepala BPDB, dan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPDP Jember.

Pembayaran honor yang diterima oleh Hendy Siswanto dan tiga orang pejabat lainnya tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Jember Nomor 188/.45/1071.12.2021 tentang Susunan Petugas Pemakaman Covid-19 Jember pada 30 Maret 2021.

Fakta itu diungkap oleh Anggota Pansus Covid-19 DPRD Jember Hadi Supaat.

"Kami meyayangkan honor pemakaman yang diberikan kepada pejabat Pemkab Jember," kata Hadi, dikutip SeputarTangsel.Com dari Antara, Jumat, 25 Agustus 2021.

Adapun nilai honor dari masing-masing pejabat tersebut jika dijumlah bernilai sekira Rp282 juta.

Besaran honor Rp70 juta itu diketahui dihitung berdasarkan jumlah warga yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 yang kemudian dimakamkan dengan protokol kesehatan.

Para pejabat yang tercantum dalam SK tim pemakaman akan memperoleh honor senilai Rp100 ribu dari setiap warga yang meninggal akibat Covid-19.

Honor senilai Rp70 juta yang didapatkan oleh Hendy Siswanto dan tiga pejabat lainnya adalah hasil akumulasi data kematian akibat Covid-19 dari bulan Juni sampai Juli 2021.

Sementara itu, Hendy Siswanto membenarkan terkait penerimaan honor dari pemakaman Covid-19 tersebut.

Dia mengatakan bahwa honor yang diterimanya itu disumbangkan kepada keluarga pasien Covid-19 yang meninggal.

"Saya memang menerima dan terus terang itu sesuai regulasi yang ada. Honor itu saya berikan kepada keluarga pasien Covid-19 yang meninggal dunia," ujar Hendy.

Adanya honor yang didapatkan oleh Bupati Jember senilai Rp70 juta itu mendapat berbagai kecaman dari netizen di media sosial, khususnya Twitter.

Ada netizen yang mengaku geram dengan para pejabat yang mengambil keuntungan di tengah kesulitan masyarakat, ada juga yang menyebutnya menjijikan, hingga berbagai kecaman lainnya.

"Menjijikan sekali pejabat-pejabat ini," tulis @awannmalam.

"Ada ya yg tega memanfaatkan situasi serba kesulitan untuk mengumbar nafsu! Bupati macam apa ini?" tulis @RatnaIntanKurn1.

"Gara2 lu semua. org jadi mikir covid = bisnis," tulis @yadismbko.

"Rakyatnya mati malah dia yg dapet duit bukannya memberi santunan, kurang ajar gak?" tulis @Salomogus.

"Cara preman gaya baru Korupsi yg dilegalkan," tulis @SuhartoTony.***